KEGEMARAN MEMBACA

KEGEMARAN MEMBACA

Animasi membaca png 3 » PNG Image


Membaca adalah kegiatan wajib bagi seorang pelajar. Kamu setuju dengan pernyataan itu, Pastinya!  


A. Menggali Informasi dalam Buku Fiksi dan Buku Nonfiksi

1. Keragaman Informasi dalam Buku Fiksi dan Buku Nonfiksi

Buku bacaan dapat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu buku fiksi dan buku nonfiksi.

Tahukah Kamu?

Buku fiksi merupakan buku yang berisi cerita, sifatnya imajinatif. Tidak membutuhkan pengamatan dalam pembuatannya dan tidak perlu dipertanggungjawabkan, karena ide ceritanya berasal dari khayalan atau imajinasi penulis. Bahasa yang digunakan biasanya bahasa kiasan atau konotatif. Jadi, pembaca diajak untuk masuk ke dalam cerita itu dengan bahasa yang tidak biasa.

Contoh buku fiksi: cerpen, novel, drama, puisi, dongeng, mitos, hikayat, komik dan lain sebagainya.

Buku nonfiksi merupakan buku yang berisi kejadian sebenarnya dan bersifat informatif. alam buku nonfiksi, membutuhan pengamatan dan data dalam pembuatannya, sehingga dapat dipertanggungjawabkan isinya. Bahasa yang digunakan biasanya bahasa denotatif atau bahasa sebenarnya, jadi pembaca dapat langsung memahami maksud dari isi buku. Buku nonfiksi dibuat berdasarkan pengamatan dan data maka isi dari buku tersebut harus memiliki fakta-fakta. Oleh karena itu, buku nonfiksi sering dijadikan sumber informasi oleh para pembaca. 

Contoh buku nonfiksi: laporan ilmiah (skripsi, tesis, disertasi), buku pelajaran, ensiklopedia, jurnal, biografi, esai, dan lain sebagainya.
 
2. Informasi Buku Melalui Indeks

Indeks berarti daftar kata atau istilah penting yang terdapat dalam buku cetakan (biasanya berada pada bagian akhir buku) tersusun menurut abjad yang memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah itu ditemukan.

a. Bagian-bagian Indeks Buku

Sebuah indeks buku dibangun oleh beberapa bagian, yang diantaranya yaitu indeks nama, indeks topik, perincian indeks topik, dan juga nomor halaman yang dimana nama atau rincian topik tersebut berada. Itu semua adalah bagian-bagian yang membangun indeks buku. Untuk lebih jelasnya lagi marilah simak penjelasan yang ada dibawah berikut ini :

  • Indeks nama (pengarang)

    Suatu susunan atau kumpulan nama-nama orang dalam sebuah indeks.


  • Indeks topik (subjek/istilah)

    Suatu kumpulan subjek atau sebuah istilah yang disusun yang berdasarkan abjad yang istilah tersebut berada dalam buku atau bersangkutan dengan isi buku tersebut. Dalam sebuah buku geografi, indeks topik yang ada biasanya yaitu istilah-istilah yang berkaitan dengan ilmu geografi.


  • Perincian indeks topik

    ialah suatu istilah-istilah atau subjek yang ada kaitannya dengan sebuah subjek yang ada di dalam sebuah indeks topik.


  • Nomor halaman

    ialah suatu bagian indeks buku yang bertuliskan nomor-nomor halaman dimana kata-kata istilah itu berada.


b. Macam-macam Indeks Buku

Indeks dibedakan menjadi dua macam, yakni indeks subjek dan indeks pengarang. Kedua indeks ini mempunyai pengertian atau perbedaan yang bisa kita bedakan dengan sangat mudah. Untuk lebih jelasnya lagi simak penjelasan di bawah ini.

  • Indeks Subjek

    Berisi daftar istilah-istilah dalam sebuah buku.


  • Indeks Pengarang

    Berisi daftar nama pengarang atau tokoh yang pendapat atau teorinya dikutip dalam sebuah buku yang bersangkutan.

Jadi kesimpulannya, Indeks subjek ialah indeks yang berisi daftar istilah yang terdapat dalam sebuah buku, sedangkan ada indeks pengarang ialah indeks yang berisi daftar nama pengarang (tokoh) yang teori maupun pendapatnya terdapat dalam sebuah buku tersebut.


B. Menyajikan Peta Konsep dari Isi Buku Fiksi dan Buku Nonfiksi

1. Peta Konsep Isi Buku

Peta konsep terhadap isi suatu buku dapat disajikan sebagai berikut


                                     Apresiasi Sastra
                                                ↧
                                      Pendahuluan
                                                ↧
Pengertian Sastra↔Manfaat Karya Sastra↔Jenis-jenis Karya Sastra


Akan tetapi untuk buku-buku cerita semacam novel ataupun buku kumpulan cerpen/dongeng akan lebih mudah dipahami apabila disajikan dalam bentuk bagan alur seperti dibawah ini

                             Penutup Cerita
                                 ↗
                      Penyelesaian Konflik
                            ↗
                Terjadinya Konflik
                        ↗
        Penanggalan Peristiwa
                   ↗     
Pengenalan Cerita

2. Teknik Membaca untuk Menemukan Isi Pokok Buku

Langkah-langkah membaca dengan teknik fiksasi

a. Sediakan kertas yang diberi gambar berupa titik-titik
b. Gerakan tatapan mata dengan mengikuti titik-titik hitam itu secara cepat.
c. Ulangi latihan itu berkali-kali dengan titik-titik hitam yang semakin dijarangkan
d. Terapkanlah latihan itu terhadap bacaan yang sesungguhnya.

Proses membaca cepat dapat dilakukan dalam berbagai teknik. teknik membaca bergantung pada jenis bacaannya.

1. Bentuk zig-zag digunakan untuk teks yang sulit
2. Bentuk spiral untuk teks yang agak sulit
3. Bentuk diagonal ataupun vertikal  untuk teks yang mudah, misalnya kamus ataupun surat kabar.

C. Menelaah Unsur-unsur Penting dalam Buku Fiksi dan Buku Nonfiksi

1. Ungkapan sebagai Unsur Kebahasaan dalam Buku Fiksi

Membaca buku tidak sekadar memperoleh sejumlah informasi dan memperluas wawasan. Membaca buku fiksi khususnya, dapat menemukan hal lain yang tidak kalah menarik. Misalnya tentang diksi ataupun ragam bahasanya.

Perhatikan cuplikan berikut!

Maka, tergambarlah pula di muka Hanafi ke masa yang sudah-sudah. Zaman hubungan cintanya yang berhingga-hingga. Hidup bermanis-manis pun berlama-lama ia kenangnya. Tahulah Hanafi sekarang: Rafiah, intan yang belum digosok. Sayang, ia tidak pandai menggosoknya hingga barang itu dibanting-banting, seolah tak berharga. sementara Corrie, berlian yang sudah digosok, harganya tidak ternilai-nilai, tapi suami yang celaka tak pandai memakainya, dan enyahlah harta itu dari rangkulannya. Hanafi menyesali dirinya tidak berhingga-hingga. Maka ditutupnyalah mukanya dengan kedua belang tahannya, lalu menangis mengusak-ngisak sambil berseru dalam hatinya,”Oh, Corrie, Corrie istriku! Di manakah engkau sekarang. Lihatlah suamimu menyadari untung, lekaslah kembali, supaya kita menyambung hidup kembali seperti dulu.” ( Novel Salah Asuhan Balai Pustaka, 2010, Abdul Muis).

Perhatikan kata-kata menyambung hidup dalam cuplikan cerita tersebut. Cobalah selidiki kekhasannya. Bandingkanlah dengan kelompok-kelompok kata yang lain. Misalnya, dengan menyambungkan tali, hidup sederhana, hidup susah. Dari cara itu, akan lebih tampak kekhasan kata-kata tersebut! 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKS BERITA KD 4.2

TEKS BERITA KD 3.2