TEKS BERITA KD 4.2

TEKS BERITA: Langkah-langkah menulis teks berita



Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai contoh teks berita, contoh naskah berita singkat, cara menulis teks berita dan juga langkah-langkah dalam menulis berita serta cara membuat teks berita singkat disertai dengan contoh teks berita singkat.

Menulis berita adalah suatu upaya yang dikakukan untuk menyampaikan sebuah kabar, atau juga sebuah informasi mengenai suatu hal atau bisa juga sebuah kejadian, dan dikemas dalam bentuk tulisan. Seorang penulis berita yang baik bisa menulis sebuah berita dengan sangat lengkap dan juga komunikatif agar mampu membuat pembaca berita memahami apa yang disampaikan oleh berita tersebut, tanpa adanya kesulitan dalam mengartikan sehingga tidak terjadi kesalahan tafsir.

Apakah semua peristiwa bisa atau layak dijadikan sebuah berita dan disampaikan pada pembaca? Jawabannya adalah tidak. Banyak kejadian di sekitar kita, tapi tidak semua bisa dijadikan sebagai berita. Sebagai penulis, seorang penulis berita harus mampu memilih peristiwa mana atau kejadian apa yang cocok dan sangat layak untuk dijadikan sebuah berita.

Karena sebuah berita haruslah ditulis secara benar menurut fakta dan kejadian yang ada. Selain itu, sebuah berita yang ditulis dan disampaikan haruslah memiliki tujuan serta manfaat bagi pembaca. Sehingga sebelum memutuskan untuk menulis berita, cari tahu dulu manfaat apa yang bisa didapatkan pembaca saat membaca berita dari Anda.

Simaklah contoh ilustrasi berita berikut ini!

Di bawah ini merupakan ilustrasi kejadian yang nantinya bisa anda gunakan sebagai bahan untuk membuat sebuah berita,.

Pekan ini, diadakan sebuah acara pameran karya inovasi ilmiah sains dan teknologi tinga SMP se-provinsi Jawa Timur. Pameran tersebut diadakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, dan rencananya Gubernur Jawat Timur Bapak Soekarwo akan hadir untuk membuka acara tersebut.

Anda diminta untuk meliput acara tersebut untuk keperluan majalah dinding Sekolah, dan inilah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menulis berita yang sesuai dengan ilustrasi di atas.

Langkah-langkah Menulis Berita

Langkah pertama yang harus anda lakukan untuk meliput kejadian atau peristiwa di atas menjadi sebuah berita adalah, dengan mencatat semua informasi yang berkaitan dengan unsur-unsur yang terdapat pada kelengkapan berita.

Biasanya dalam mencatat kelengkapan sebuah berita harus memenuhi unsur pertanyaan (5W+1H) yang meliputi:

“apa, siapa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana”.

Jika dalam Bahasa Inggris 5W+1H berarti:

“what, who, when, where, why dan how”.

Contoh Cara Membuat dan Langkah-langkah Menulis Teks Berita

  1. Apa peristiwa yang terjadi? (unsur what)

Pameran karya inovasi ilmiah sains dan teknologi tinga SMP se-provinsi Jawa Timur.

  1. Siapa sajakah yang terlibat dalam peristiwa tersebut? (unsur who)

Siswa-siswa SMP seluruh Provinsi Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Bapak Soekarwo dan pejabat yang terkait.

  1. Kapan peristiwa tersebut terjadi? (unsur when)

Bertepatan dengan Hardiknas.

  1. Di mana peristiwa itu berlangsung? (unsur where)

Di Aula Kantor Depdiknas Provinsi Jawa Timur.

  1. Mengapa peristiwa tersebut diperlukan? (unsur why)

Sebagai sarana mengekspresikan kreativitas, komunikasi antarsekolah, serta perkembangan iptek.

  1. Bagaimana berlangsungnya peristiwa tersebut? (unsur how)

Sangat menarik perhatian dan banyak mendapatkan respons positif dari banyak pihak.

Dalam pembuatan berita selain harus memperhatikan unsur-unsur dari sebuah berita tersebut, Anda juga harus membuat berita dengan kalimat yang singkat, lugas dan mudah dipahami. Agar berita yang ingin disampaikan diterima baik oleh pembaca.

 

Berikut Ini adalah Contoh Berita Singkat

Pelan Tapi Pasti, Kabar Terbaru Vaksin Covid-19 Made in RI

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan penjelasan secara komprehensif terkait mekanisme produksi obat dan Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Slamet menyampaikan secara garis besar proses produksi obat yang diawali dengan upaya penemuan bahan atau zat potensial obat melalui berbagai proses penelitian.

"Kedua, Bahan, atau zat, atau senyawa potensial obat tersebut harus melewati berbagai proses pengujian diantaranya adalah uji aktivitas zat, uji toxisitas in vitro dan in vivo pada tahap pra klinik, serta Uji Klinik untuk fase I, fase II dan fase III," kata Slamet melalui keterangan resmi, Selasa (4/8/2020).

Setelah melalui dua tahapan tersebut, obat akan mendapatkan izin edar dan diproduksi melalui cara pembuatan obat yang baik (GMP) dan dilakukan kontrol pada proses pemasaran.

"Banyak lembaga internasional dan nasional sedang bekerja keras untuk mendapatkan obat ataupun vaksin Covid 19. Sebagian kandidat vaksin juga sudah memasuki tahap uji klinik tahap akhir," kata Slamet.

Namun, diakui Slamet, hingga saat ini belum ada satu negara atau lembaga manapun di dunia yang sudah menemukan obat atau vaksin secara spesifik bisa menanggulangi Covid-19.

"Saat ini beberapa negara termasuk Indonesia tergabung dalam Solidarity Trial WHO, untuk mendapatkan bukti klinis yang lebih kuat dan valid terhadap efektivitas dan keamanan terbaik dalam perawatan pasien Covid-19," jelas Slamet.

Adapun terkait perkembangan pembuatan vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac dari Tiongkok saat ini akan dilakukan uji klinik fase 3 di site penelitian Fakulatas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad).

"Sesuai dengan standar internasional juga peraturan Badan POM untuk registrasi obat/vaksin, maka protokol penelitian ini harus mendapatkan persetujuan etik dari site penelitian yang akan dituju, dalam hal ini Unpad," katanya.

Komisi Etik Unpad, menurut Slamet, telah melakukan telah protokol penelitian fase 3 vaksin tersebut. Unpad bahkan telah mengumumkan persetujuan etik terhadap uji klinik ini.

Artinya, data-data yang mendasari dilakukan uji klinik fase 3 dapat diterima secara ilmiah, risiko terhadap subjek dapat diminimalisasi dan manfaat diperkirakan dapat diperoleh.

"Komisi Etik Universitas Padjajaran berkewajiban melakukan monitoring pelaksanaan penelitian," jelasnya.

"Kepada seluruh pihak, khususnya tokoh publik, kami harap dapat memberikan pencerahan tentang Covid-19 kepada masyarakat dan bukan sebaliknya menimbulkan pro-kontra," pungkas Slamet.


Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menyampaiakan tanggapan, yaitu

  1. Tanggapan harus berhubungan dengan masalah yang sedang dibicarakan.
  2. Tanggapan dapat mempercepat pemahaman masalah.
  3. Tanggapan tidak mengulangi pendapat yang pernah disampaikan orang lain.
  4. Tanggapan disampaikan dengan kalimat yang tepat.
  5. Tanggapan disampaikan dengan sikap terbuka dan sopan.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEGEMARAN MEMBACA

TEKS BERITA KD 3.2